Kontraktor yang cocok bukan selalu penawar termurah atau perusahaan terbesar. Kesesuaian ditentukan oleh pengalaman yang relevan, kapasitas tim, metode, arus kas, sistem kontrol, komunikasi, dan kecocokan dengan risiko proyek.
Checklist yang perlu diperiksa
Gunakan daftar ini sebagai titik awal. Kedalaman pemeriksaan tetap harus disesuaikan dengan tahap, nilai keputusan, dokumen, dan risiko proyek.
- Buat longlist dari sumber yang dapat ditelusuri dan deklarasikan konflik kepentingan.
- Gunakan pre-qualification yang sama untuk legalitas, pengalaman, tim, beban proyek, dan referensi.
- Kunjungi proyek yang relevan bila diizinkan dan verifikasi peran kontraktor.
- Lakukan tender dengan scope serta jadwal klarifikasi yang sama.
- Nilai proposal teknis, komersial, organisasi, risiko, dan hasil wawancara bersama-sama.
Pertanyaan sebelum mengambil keputusan
Jawaban yang baik harus dapat ditelusuri ke dokumen, kondisi lapangan, pihak yang bertanggung jawab, atau batas asumsi yang dinyatakan dengan jelas.
- Siapa yang benar-benar akan memimpin proyek sehari-hari?
- Proyek aktif apa yang memakai sumber daya tim saat ini?
- Bagaimana mutu, perubahan, keterlambatan, dan defect dikendalikan?
Cara mendokumentasikan hasil
Catat sumber informasi, tanggal pemeriksaan, dokumen yang dibaca, pihak yang diwawancarai, kondisi yang tidak dapat diakses, temuan utama, keputusan, PIC, dan tenggat tindak lanjut. Pisahkan fakta, pernyataan pihak lain, asumsi, dan rekomendasi.
Untuk keputusan legal, struktur, geoteknik, pajak, perizinan, pertanahan, desain, atau pengujian khusus, gunakan profesional yang memiliki kewenangan dan kompetensi sesuai bidangnya.
Artikel ini merupakan panduan edukasi umum. Kondisi proyek, kontrak, lahan, bangunan, dan kewajiban hukum dapat berbeda sehingga memerlukan pemeriksaan khusus.
