Quality control menilai kesesuaian hasil dan proses terhadap acuan mutu. Pengawasan proyek memiliki pandangan lebih luas terhadap pelaksanaan, koordinasi, progres, sumber daya, isu, dan tindak lanjut.

Checklist yang perlu diperiksa

Gunakan daftar ini sebagai titik awal. Kedalaman pemeriksaan tetap harus disesuaikan dengan tahap, nilai keputusan, dokumen, dan risiko proyek.

  1. Tetapkan gambar, spesifikasi, metode, contoh, dan acceptance criteria yang menjadi acuan QC.
  2. Tetapkan frekuensi hadir, area pantauan, format laporan, dan kewenangan pengawas.
  3. Buat hold point untuk material, mock-up, pekerjaan tersembunyi, testing, dan close-out.
  4. Pisahkan temuan mutu dari isu jadwal, biaya, desain, akses, dan koordinasi.
  5. Pastikan setiap temuan memiliki tindakan, PIC, tanggal target, dan verifikasi penutupan.

Pertanyaan sebelum mengambil keputusan

Jawaban yang baik harus dapat ditelusuri ke dokumen, kondisi lapangan, pihak yang bertanggung jawab, atau batas asumsi yang dinyatakan dengan jelas.

  • Siapa yang berwenang menerima atau menolak pekerjaan?
  • Kapan pekerjaan harus berhenti untuk diperiksa?
  • Bagaimana temuan diteruskan sampai benar-benar selesai?

Cara mendokumentasikan hasil

Catat sumber informasi, tanggal pemeriksaan, dokumen yang dibaca, pihak yang diwawancarai, kondisi yang tidak dapat diakses, temuan utama, keputusan, PIC, dan tenggat tindak lanjut. Pisahkan fakta, pernyataan pihak lain, asumsi, dan rekomendasi.

Untuk keputusan legal, struktur, geoteknik, pajak, perizinan, pertanahan, desain, atau pengujian khusus, gunakan profesional yang memiliki kewenangan dan kompetensi sesuai bidangnya.

Batas informasi

Artikel ini merupakan panduan edukasi umum. Kondisi proyek, kontrak, lahan, bangunan, dan kewajiban hukum dapat berbeda sehingga memerlukan pemeriksaan khusus.