Penilaian awal lahan sebaiknya membedakan hal yang terlihat di lokasi, data yang perlu diukur, dan aspek legal atau teknis yang harus diperiksa oleh profesional berwenang.

Checklist yang perlu diperiksa

Gunakan daftar ini sebagai titik awal. Kedalaman pemeriksaan tetap harus disesuaikan dengan tahap, nilai keputusan, dokumen, dan risiko proyek.

  1. Konfirmasi akses fisik, batas, orientasi, kontur, vegetasi, aliran air, dan kondisi sekitar.
  2. Periksa bagaimana material, alat, pekerja, dan kendaraan darurat dapat mencapai lokasi.
  3. Petakan kebutuhan cut and fill, retaining, drainase, utilitas, penyimpanan, dan fasilitas sementara.
  4. Bandingkan konsep bangunan dengan bentuk lahan sebelum menyimpulkan luas efektif.
  5. Koordinasikan pemeriksaan legal, tata ruang, geoteknik, topografi, struktur, dan perizinan sesuai kebutuhan.

Pertanyaan sebelum mengambil keputusan

Jawaban yang baik harus dapat ditelusuri ke dokumen, kondisi lapangan, pihak yang bertanggung jawab, atau batas asumsi yang dinyatakan dengan jelas.

  • Data mana yang sudah terverifikasi dan mana yang masih asumsi?
  • Pekerjaan persiapan apa yang tidak terlihat dalam harga tanah?
  • Ahli apa yang perlu dilibatkan sebelum transaksi?

Cara mendokumentasikan hasil

Catat sumber informasi, tanggal pemeriksaan, dokumen yang dibaca, pihak yang diwawancarai, kondisi yang tidak dapat diakses, temuan utama, keputusan, PIC, dan tenggat tindak lanjut. Pisahkan fakta, pernyataan pihak lain, asumsi, dan rekomendasi.

Untuk keputusan legal, struktur, geoteknik, pajak, perizinan, pertanahan, desain, atau pengujian khusus, gunakan profesional yang memiliki kewenangan dan kompetensi sesuai bidangnya.

Batas informasi

Artikel ini merupakan panduan edukasi umum. Kondisi proyek, kontrak, lahan, bangunan, dan kewajiban hukum dapat berbeda sehingga memerlukan pemeriksaan khusus.